perbedaan PRB dan Perubahan Iklim

 

Perbedaan

Tanda-tanda convergence

PRB

Adaptasi Perubahan Iklim

Memperhatikan secara khusus masa kini dan jangka menengah – mengatasi resiko berdasarkan pengalaman lokal dan sejarah

Memperhatikan secara khusus jangka pendek, menengah dan panjang – mengatasi ketidakpastian dan resiko baru yang diakibatkan oleh dampak perubahan iklim

PRB semakin melihat kedepan.

CCA semakin menggunakan dan variabilitas iklim saat ini sebagai entry point untuk aktivasi proses adaptasi. Pilihan “No regrets” adalah kunci konvergence.

Pengetahuan tradisional dan lokal adalah dasar bagi pengkajian pengalaman lokal dan catatan sejarah.

Banyak pandangan bahwa pengetahuan lokal dan tradisional mungkin tidak cukup karena dampak perubahan iklim memperkenalkan risiko baru dan perubahan pada frekuensi dan magnitude ancaman. Tetapi semakin banyak pengakuan atas kecerdasan masyarakat dalam menghadapi risiko.

Semakin banyak contoh dimana pengetahuan lokal dan pengetahuan meteorologi digunakan bersama-sama dalam menentukan intervensi PRB.

Read the rest of this entry

Iklan

PERKUMPULAN KOSLATA MATARAM NTB INDONESIA

1. Sejarah singkat

Koslata pada mulanya merupakan kelompok study mahasiswa di lingkungan Universitas Mataram yang didirikan pada 1989 dengan nama Kelompok Study Lingkungan dan Pariwisata (KOSLATA). Isu yang diusung KOSLATA saat itu adalah lingkungan dan industri pariwisata. Isu yang diangkat tersebut tidak terlepas dari persoalan lokal yang mengemuka saat itu, yaitu industri pariwisata dan lingkungan yang menimbulkan banyak marginalisasi, terutama bagi masyarakat lokal. Pada 1992 KOSLATA kemudian berubah menjadi lembaga swadaya masyarakat (LSM) Yayasan KOSLATA dengan mengusung isu sama, yaitu lingkungan dan pariwisata. Seiring dengan dinamika persoalan demokrasi dan HAM baik di tingkat nasional dan daerah, KOSLATA juga mengusung isu sektoral advokasi kebijakan public dan buruh migran.

 

2. Pengurus Koslata Periode 2009 – 2011

  1. Direktur : Ahmad Junaidi, SH
  2. Bendahara : Vonti Sulianti, SH
  3. Divisi Lidikbang : Sulistiyono
  4. Divisi Advokasi TKI : Muhammad Shaleh
  5. Divisi Advokasi Lingkungan : Drs. Rudjito Martowiyono
  6. Divisi Pengorganisasian Rakyat : Lalu  Surya Karyanto
  7. Divisi Kampanye : Desrin Jania, SH
  8. Divisi Dokumentasi : Ermam Sayugo
  9. Kasir : Fathurrahman
  10. Office Boy : Chaerul Anwar

 

3. Badan Pengawas Koslata Periode 2009 -2011

      a. Ketua Badan Pengawas : Dwi Sudarsono, SPd. SH

      b. Anggota Badan Pengawas :                   

           – Ir. Catur Kukuh

           – Roni Iwan Setiawan

           – Sri Wahyuni, SE

 

4. Visi Koslata

Visi Koslata adalah terwujudnya perubahan sosial menuju tatanan kehidupan masyarakat yang lebih demokratis dan berkeadilan sosial.

 

5. Misi Koslata

  1. Menyebarkan gagasan alternatif pembangunan, terutama di sektor lingkungan dan buruh migran yang bernuansa demokratis dan berkeadilan sosial.
  2. Membangun kesadaran kritis di kalangan rakyat tentang perlunya kehidupan demokratis dan keadilan sosial melalui proses aksi refleksi dalam kegiatan pembangunan masyarakat.
  3. Melakukan pemberdayaan masyarakat kalangan bawah.

 

 

 

6. Kegiatan Koslata

Untuk mewujudkan visi dan misi sebagaimana tercantum pada Statuta pasal 3, Koslata melakukan usaha-usaha sebagai berikut :

  1. Pengkajian, pendokumentasian dan kampanye gagasan-gagasan alternatif.
  2. Melakukan pelatihan dan pendidikan.
  3. Melakukan kegiatan advokasi dalam rangka mempengaruhi dan merubah kebijakan publik.
  4. Melakukan pendampingan masyarakat dalam rangka memberdayakan dan membangun sikap kritis masyarakat.

Image